A. Manajemen Produksi
Manajemen produksi adalah bagian di bidang manajemen yang memiliki peran dalam mengkoordinasikan kegiatan untuk mencapai tujuan. Dalam kegiatan ini, harus membuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan yang direncanakan.
Terdapat 4 fungsi terpenting dalam fungsi produksi MenurutSofjan Assauri (2004 : 22), diantaranya :
- Proses pengolahan : metode atau teknik yang dipakai untuk pengolahan masukan (input).
- Jasa-jasa pendukung : menjadi sarana yang berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan dan metode yang akan dijalankan agar proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
- Perencanaan : keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi yang dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode.
- Pengawasan : untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang telah direncanakan, sehingga tujuan untuk penggunaan dan pengolahan masukan (input) pada kenyataannya dapat dilaksanakan.
Tantangan Masa Depan Pada Manajemen Produksi
- Berpacu dengan Teknologi Baru
Setiap tahun, selalu ada teknologi baru yang bermunculan, yang meliputi IoT, robot, dan perangkat lunak manufaktur. Produsen harus bisa beradaptasi dengan perubahan apapun, termasuk teknologi, untuk dapat bersaing di industri manufaktur yang kompetitif. Akan tetapi, produsen sebaiknya tidak gegabah ketika memutuskan untuk mengimplementasikan solusi otomatis di pabrik mereka. Produsen juga perlu mempertimbangkan anggaran perusahaan untuk menentukan apakah perusahaan siap untuk berinvestasi pada teknologi yang diinginkan, baik itu perangkat lunak seperti ERP maupun perangkat keras seperti robot.
2. Mengelola Prospek Penjualan
Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh produsen yakni memperlakukan prospek dengan cara yang sama. Padahal setiap prospek harus diperlakukan secara khusus, karena mereka memiliki karakter, preferensi, dan kebutuhan yang berbeda. Produsen juga sering kesulitan mengidentifikasi prospek berpotensi sehingga mereka sering berfokus pada peluang-peluang yang tidak menjanjikan dan lupa melakukan follow up dengan prospek yang memiliki potensi tinggi menjadi pelanggan baru.
3. Kekurangan Tenaga Kerja yang Berkualitas
Meskipun otomasi dan robot dapat membantu mengisi kesenjangan tenaga kerja, kemampuan manusia akan tetap diperlukan untuk menganalisis dan menyelesaikan masalah serta mengelola produksi. Masalahnya, saat ini pekerja manufaktur yang berkualitas dari generasi baby boomers sudah mulai meninggalkan pekerjaan mereka dan industri manufaktur memiliki kebutuhan yang sangat tinggi untuk tenaga kerja.
4. Memprediksi Permintaan untuk Produk
Saat ini, masih banyak produsen di Indonesia yang kesulitan memprediksi permintaan pelanggan di masa mendatang. Masalah utamanya yakni mereka tidak memiliki alat pelaporan canggih yang memungkinkan mereka untuk memperkirakan berapa banyak yang harus mereka jual di beberapa bulan ke depan atau tahun selanjutnya. Akibatnya, barang yang diproduksi tidak sesuai dengan yang diminta oleh pelanggan.
5. Meningkatkan Efisiensi di Pabrik
Mencari cara efektif untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi. Salah satu cara yang paling efektif untuk mengoptimalkan efisiensi di pabrik manufaktur adalah dengan memodernisasi proses dan mensistemasi alur kerja. Produsen perlu mengurangi pekerjaan-pekerjaan yang membuang banyak waktu dan tenaga, mengurangi pembuangan material, mengoptimalkan penggunaan peralatan produksi dengan meminimalkan kerusakan, dan menyederhanakan rantai pasokan. Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dapat memfasilitasi semua itu sehingga membantu produsen mencapai efisiensi yang optimal.
B. Manajemen Operasi
Manajemen Operasional dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan atau aktifitas yang menciptakan nilai produk baik berupa barang maupun jasa melalui proses transformasi input menjadi output.
Manajemen Operasi adalah studi tentang pengambilan keputusan dalam fungsi, sistem operasi dan tanggung jawab untuk memproduksi barang dan jasa dalam organisasi.
Untuk menciptakan barang dan jasa (produk), semua organisasi bisnis (perusahaan) paling tidak menjalankan 3 fungsi utama yaitu:
- Fungsi Pemasaran ( Marketing Function ) yang berhubungan dengan pasar untuk dapat menciptakan permintaan dan pada akhirnya menyampaikan produk yang dihasilkan ke pasar.
- Fungsi Keuangan ( Finance Function ) yang mengelola berbagai urusan keuangan didalam perusahaan maupun perusahaan dangan fihak luar perusahaan.
- Fungsi Produksi atau Operasi ( Operation Function ) berkaitan dengan penciptaan barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan
Tantangan Masa Depan Pada Manajemen Operasi
- Luasnya cakupan tanggung jawab
Umumnya, Manajer Operasional bertanggung jawab mengawasi seluruh departemen di perusahaan, mulai dari Keuangan, HR, Pemasaran, Logistik, bahkan hingga IT. Jika ada departemen yang mengalami kesulitan, terutama terkait manajemen proyek, maka Manajer Operasional yang akan dihubungi pertama kali. Banyaknya departemen yang harus di-handle membuat cakupan tanggung jawab Manajer Operasional begitu banyak dan membuat Manajer Operasional kewalahan. Terlebih jika terdapat bentrokan kepentingan antardepartemen. Hal tersebut dapat berdampak pada efisiensi dan produktivitas perusahaan.
2. Harus meningkatkan kualitas proses operasional
Ketika Anda harus menangani belasan, ratusan, bahkan ribuan lokasi secara bersamaan, tentunya akan sulit atau bahkan mustahil untuk mengetahui apa yang terjadi di setiap toko, unit atau lokasi – Apakah brand dipresentasikan dengan tepat, apakah protokol keamanan dan kebersihan diikuti dengan benar, apakah ada masalah yang mendesak untuk diselesaikan. Di perusahaan mana pun, human error pasti terjadi. Baik dalam skala kecil maupun besar, hal tersebut pasti memberikan dampak buruk terhadap perusahaan.
Salah satu cara untuk mengatasi tantangan Manajer Operasional tersebut adalah dengan menggunakan teknologi. Teknologi memungkinkan karyawan untuk meningkatkan kualitas proses operasional melalui sistem yang runtut dan rapi, serta memungkinkan Anda untuk mendapatkan visibilitas atas setiap operasi dan isu di masing-masing cabang perusahaan.
Apalagi saat ini sudah ada teknologi software seperti Nimbly yang mampu mentransformasi proses operasi manual menjadi informasi yang bersifat real-time dan mudah untuk diaplikasikan (actionable). Setiap checklist yang Anda masukkan, akan diolah menjadi data digital. Anda bisa memanfatakan data tersebut sebagai bahan acuan untuk mengambil keputusan bisnis yang akurat dan tepat.
3. Terlalu banyak laporan yang harus dikerjakan
Salah satu tugas utama sekaligus tantangan Manajer Operasional adalah menyusun banyak laporan perusahaan, mulai dari laporan data performance hingga kompilasi data keuangan. Biasanya, tantangan akan muncul jika perusahaan tidak menyimpan data yang up-to-date. Alhasil, Manajer Operasional harus melakukan kroscek dan konfirmasi ke banyak pihak untuk memastikan bahwa data yang akan digunakan benar-benar akurat dam sesuai kondisi di lapangan.
4. Kesulitan menemukan SDM yang tepat
Manajer Operasional tentu tidak bekerja sendiri. Anda pasti membutuhkan anggota tim yang mumpuni dan mampu membantu Anda menghadapi setiap tantangan di perusahaan. Masalahnya, menemukan anggota tim yang memiliki performa baik tidaklah mudah. Bukan hanya masalah skill, tapi juga kecocokan secara personal. Ditambah lagi upah minimum dan tingkat turnoverdi industri kian meningkat. Hal ini memberi tekanan pada margin perusahaan dan memaksa Departemen Operasional untuk mengandalkan staf yang kurang berpengalaman.


